Posts

Showing posts from September, 2005

Deja vu

Pagi itu datang seorang gadis di usia ujung belasan tahun ke tenda pameran kami. Tak kuperhatikan sebelumnya, karena saya sibuk dengan bacaan. Sampai kemudian dia bertanya profil kegiatan lembaga kami. Sekilas kujawab seadanya, sambil menutup mulutku yang menguap terus sejak tadi. Terus dia nyerocos bertanya-tanya, sambil tangannya bergerak ke sana ke mari. Akhirnya kututup buku itu, Thus Spoke Zarathustra tulisan Nietzsche punya istriku yang selalu tidak kumengerti walaupun berulang-ulang kali kubaca. Penuh dengan simbol-simbol yang bercerita tentang manusia unggulan Übermensch . Dia bercelana lapangan, berbalut kaos tangan panjang warna tentara, dan kepalanya ditutupi jilbab hitam. Cocok sekali dengan sosoknya yang aktif. Sambil ngobrol tubuhnya lincah berpindah-pindah dari satu meja ke meja lainnya. Aku berusaha untuk terus menanggapinya. Sampai penasaran juga seperti apa sih wajahnya. Tak kulihat senyum di wajahnya sebagaimana halnya orang yang baru kenal biasanya mencoba mengakrab

Kenapa Indonesia Ga' Maju-maju

Bertahun-tahun, saya heran kenapa sih Indonesia "Tidak maju-maju" meski sudah merdeka 56 tahun. Tapi sekarang... saya sudah tahu alasannya. Berdasarkan data statistik : Jumlah penduduk Indonesia ada 237 juta. 104 juta diantaranya adalah para pensiunan. Jadi yang kerja cuma 133 juta. Jumlah pelajar dan mahasiswa adalah 85 juta. Jadi tinggal 48 juta orang yang kerja. Yang kerja buat pemerintah pusat jadi pegawai negeri ada 29 juta. Jadi tinggal 19 juta yang kerja. Ada 4 juta yang jadi ABRI dan polisi. Jadi tinggal 15 juta yang kerja. Ada lagi yang kerja di pemerintahan daerah dan departemen2x jumlahnya 14,800,000. Jadi sisanya tinggal 200,000. Yang sakit dan dirawat di Rumah Sakit di seluruh Indonesia ada 188,000. Jadi sisa 12,000 orang saja yang kerja. Ada 11,998 orang yang di penjara. Jadi tinggal sisa dua orang saja yang masih bisa kerja. Siapa mereka ??? Yaa... tentu saja SAYA dan ANDA !! Tapi kan ... ANDA 'kan lagi main-main dengan komputer di depan anda

manusia sempurna (1)

Sabtu kemarin, saya punya kesempatan mengikuti suatu kegiatan dimana saya kuliah dulu. Rasanya baru kemarin, saya najongan kaleng kemudian diwisuda. Rasanya wajah ini, semangat ini masih seorang di usia pertengahan dua puluhan. Tidak berbeda dengan mayoritas mahasiswa/i yang hadir di sana. Tapi kemudian tersadar ketika seorang mahasiswi panitia memanggil Bapak kepada saya dan mempersilakan untuk minum teh botol bagi tamu. Huehehe ... pun ketika saya tanya angkatan berapa? 2003, berarti 13 tahun beda saya dengan dia. Apalagi ketika tahu usia mereka berkisar 19 - 20 tahunan ... lha kita? Bapak ... njrit Mereka di usia produktif. Usia ketika otot lebih berkembang dibanding akal sehat. Usia dimana cita-cita masih digantungkan di langit biru, tak peduli walaupun tanpa tiang ke bumi. Mengawang-awang. Juga, gadis itu mungkin masih tahan 'harga', ketika seorang teman laki-lakinya berusaha 'mendekatinya'. Still looking for Mr. Right Guy, the best one like those

tombo ati

Semilir ramadhan mulai terasa. TV-TV mulai sibuk dengan acara religiusnya. Sangat senang melihat Tamara berkerudung, soleh kelihatannya. Tapi ... wait ... wait ... siapa itu di acara infotainment yg berbusana tanpa lengan hingga kelihatan kety-nya. Sungguh susah memang kalau melihat tampak luar, orang sangat mudah berganti busana. Padahal you are what you wear ... Seperti susahnya membedakan penceramah agama dan pelawak di tv . Opick sayup-sayup bersenandung 'tombo ati'. Marhaban ya ramadhan ... afwan. Tombo ati: 1. Moco Al-Qur'an angen2 sak maknane 2. Sholat wengi 3. Wong kang soleh kumpulono 4. Weteng siro engkang luwe 5. Dzikir wengi engkang suwe Obat hati: 1. Membaca Al-Qur'an dgn memahami maknanya 2. Sholat malam 3. Berkumpul dgn orang2 Sholeh 4. Perut dlm keadaan kosong (kira2 maksudnya puasa) 5. Dzikir malam yg lama Landong manah 1. Ngaos Al-Quran sareng ngartos kana pamaksadanana 2. Sholat Wengi 3. Ngariung/Ngumpul sareng jalmi-jalmi sholeh 4. Patuang